Kamis, 25 Oktober 2012

Kritik Kuznets Terhadap teori Rostow


Kritik Kuznets Terhadap Teori Rostow
            Berbagai kritik telah dikemukakan oleh toeri Rostow. Salah satu pengkritiknya yang utama adalah kuznets dengan menunjukan bebrapa sifat yang diperlukan agar suatu teori tahap-tahap pertumbuhan ada manfaatnya, Kuznets menyatakan bahwa teori Rostow hanya memiliki sebagian kecil saja dari sifat-sifat tersebut. Menurut kuznets, teori mengenai tahap-tahap pertumbuhan ekonomi perlu ditanggapi dengan serius hanya apabila dipenuhi beberapa syarat berikut :
ü  Setiap tahap harus merupakan tahap yang mempunyai ciri-ciri yang secara empiris dapat diselidiki kebenarannya.
ü  Ciri-ciri setiap tahap tahap harus cukup nyata bedanya dengan tahap lainnya.
ü  Harus dijelaskan hubungkan analitis dengantahap sebelumnya, yaitu bentuk-bentuk proses yang akan berlaku untuk mengakhiri suatu tahap tertentu dan menyebabkan terciptanya tahap selanjutnya.
ü  Hubungan analitis engan tahap berikutnya juga harus dijelaskan.
ü  Ruang lingkup (universe) di mana teori tersebut berlaku harus dengan tegas pula dinyatakan.

Kritik Terhadap Teori Tahap-Tahap Pertumbuhan
Menurut Kuznets, perbedaan diantara berbagai tahap dalam teori Rostow sangat kabur. Tahap parasyarat untuk mncapai lepas landas dan tahap lepas landas sangat sukar dibedakan karena beberapa ciri yang dinyatakan terdapat dalam tahap lepas landas sudah berlaku pada tahap sebelumnya. Rostow menyatakan bahwa perkembangan prasrana akan berlaku pada tahap sebelumnya. Rostow menyatakan bahwa perkembangan dan kenaikan produktivitas sektor pertanian dan perkembangan prasarana akan berlaku pada tahap prasyarat lepas landas. Hal ini hanya mungkin berlakuapabila tingkat penanaman modal meningkat dengan cepat. Berarti kenaikan penanaman modal yang cepat, yang dinyatakan oleh Rostow sebagai salah satu ciri penting pada tahap lepas landas, sudah berlaku pada masa sebelumnya.
            Ciri yang ketiga dalam tahap lepas landas mengatakan bahwa telah ada atau akan segera tercipta suatu rangka dasar politik, sosial dan institusional yang akan menciptakan atau menjadi pendorong perluasan kegiatan ekonomi. Ciri seperti ini juga terdapat dalam sebelum lepas landas. Juga dianggap, dalam tahap menuju ke arah kedewasaan. Ciri semacam ini juga terdapat dalam tahap lepas landas. Satu-satunya ciri yang berbeda diantara tahap menuju ke arah kedewasaan adalah mengenai perkembangan tingkat penanaman modal. Sebagai salah satu ciri tahap lepas landas , dengan tegas dinyatakan bahwa tingkat penanaman modal mengalami kenaikan yang sangat pesat, sedangkan dalam tahap sesudahnya tidak dinyatakan dengan tegas apakah hal tersebut masih berlaku atau tidak. Menurut Kuznets, adanya perbedaan yang tidak begitu nyata antara ciri-ciri tahap lepas landas dengantahap sebelum dan sesudahnya menyebabkan manfaat untuk membahas hubungan analitis antara tahap-tahap tersebut sangat terbatas sekali.
            Kuznets juga mengkritik kegagalan Rostow dalam menyatakan ruang lingkup di mana teori berlaku, yaitu pada masyarakat yang bagaimana teorinya berlaku. Walaupun tidak dinyatakan, sebenarnya hal ini tidak sukar untuk diterka. Dari analisiss Rostow dapat disimpulkan bahwa walaupun teorinya tersebut didasarkan kepada pembangunan yang berlaku di negara maju, teori tersebut dimaksudkan untuk menunjukan tahap-tahap pembangunan ekonomi yang akan dilalui oleh negara berkembang.

Kritik Terhadap Tahap Lepas Landas
            Aspek yang lebih penting dari kritik Kuznets terhadap teori Rostow adalah mengenai terbatasnya ciri-ciri dari teori tersebut yang dapat diselidiki kebenarannya secara empiris. Menurut Kuznets sebagian besar dalam ciri-ciri tahap pertumbuhan ekonomi yang dinyatakan Rostow tidak mudah diuji secara empiris, dan untuk yang dapat diselidiki, kenyataannya yang diperoleh sangat berbeda dengan apa yang digambarkan Rostow. Dalam tahap lepas landas, satu-satunya ciri yang dapat diuji secara empiris adalah kenaikan tingkat penanaman modal dari 5 persen menjadi 10 persen.
Berdasarkan tingkat penanaman modal di berbagai negara seperti dijelaskan di atas, Kuznet mengemukakan kritik seperti berikit:
1.         Tingkat penanaman modal pada permulaan tahap lepas landas di beberapa negara yang dinyatakan Rostow adalah lebih tinggi daripada yang disinyalir Rostow, Yaitu 5 persen.
2.         Dalam tahap lepas landas tingkat penanaman modal tidak berkembang menjadi dua kali lipat.
3.         Rasio modal produksi tidaklah tetap sebesar 3,5 tetapi berbeda-beda di berbagai negara, dan dalam suatu negara berbeda-beda pula dari satu masa ke masa lainnya.
4.         Seperti juga perkembangan tingkat penanaman modal, yang pada umumnya mengalami kenaikan yang lambat pada tahap lepas landas, pendapatan nasional mengalami perkembangan yang lambat dalm masa tersebut.

Masalah Membedakan Berbagai Tahap
            Adanya ketidaksesuaian antara fakta-fakta yang terdapat di beberapa negara pada masa di mana negara-negara itu dianggap oleh Rostow mencapai tahap lepas landas dengan ciri-ciri tahap lepas landas seperti yang dikemukakannya, menyebabkan Kuznets meragukan perlunya membedakan tahap lepas landas dengan tahap sebelum dan sesudahnya. Keberatan Kuznets terhadap perlunya membedakan proses pertumbuhan ekonomi dalam bebrapa tahap diperkuat pula oleh tiga pertimbangan lainnya.
            Pertama, adalah tidak mungkin membedakan antara masa di mana suatu negara mempersiapkan dirinya mencapai pembangunan yang pesat dengan masa di mana pembangunan pesat itu sudah mulai berlaku. Apabila suatu negara telah mempersiapkan diri untuk memulai pembangunan yang lebih laju, maka pada waktu yang sama pembangunan yang pesat sudah mulai terjadi. Lebih spesifik Kuznets mengatakan, ia tidak melihat kemungkinan terciptanya kenaikan produktivitas pertanian yang akan mengakibatkan kenaikan produksi bahan makanan perkapita dan menciptakan tabungan yang menurut Rostow merupakan keadaan yang akan berlaku pada tahap prasyaratuntuk lepas landas tanpa pembangunan yang pesat di sektor industri pengolahan dan sektor-sektor lainnya. Sektor-sektor inilah yang akan menyediakan kesempatan kerja untuk tenaga kerja dari sektor pertanian yang tidak dapat memperoleh pekerjaan disektornya sendiri, dan menyediakan barang-barang yang diperlukan sektor pertanian sebagian akibat dari pendapatan yang bertambah. Apabila berbagai sektor itu berkembang, maka pertumbuhan ekonomi yang tercipta akan lebih pesat dari pada laju perkembangan yang dinyatakan oleh Rostow pada tahap prasyarat lepas landas. Berarti menurut Kuznets, pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak terjadi pada tahap awal lepas landas, tetapi pada tahap selanjutnya.
            Kedua, di samping mempunyai banyak persamaan, proses pmbangunan ekonomi di berbagai negara mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Dua faktor penting yang menimbulkan adalah: terdapatnya perbedaan keadaan masyarakat di berbagai negara  pada taraf permulaan proses pembangunan, dan masa dimulainya proses pembangunan perbedaan dalam corak pembangunan lebih jelas kelihatan karena besarnya perbedaan yang ditimbulkan oleh warisan sejarah masing-masing negara. Pengaruh dari faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perbedaan tersebut lebih kuat dari pengaruh dari faktor-faktor yang sama sifatnya di berbagai negara yang juga mempengaruhi corak proses pembangunan. Oleh sebab itu, dalam mengemukakan  teori tahap-tahap pertumbuhan haruslah ditunjukan bukan ciri-ciri yang sama tetapi juga yang berbeda. Hal yang terakhir ini tidak disinggung Rostow dalam mengemukakan teori tahap-tahap pertumbuhan ekonominya.
            Ketiga, dalam tahap berikutnya setelah tahap lepas landas dikatakan oleh Rostow bahwa pembangunan akan bersifat self-sustained, yaitu proses tersebut dengan sendirinya akan menciptakan kekuatan-kekuatan yang mendorongpembangunan lebih lanjut. Hal ini dianggap Kuznets sebagai sifat umum dari proses yang selalu bersifat self-sustained pada setiap tingkat proses tersebut. Akan tetapi di samping itu, pada setiap tingkat pembangunan terdapat pula kekuatan yang menciptakan self-limiting effects, dan laju pembangunan ditentukan oleh faktor-faktor yang menciptakan masing-masing kekuatan itu. Maka, menurut Kuznets proses pembangunan merupakan proses adu kekuatan di antara faktor-faktor yang mendorong dengan yang menghambat pembangunan, dan bukanlah suatu proses yang secara otomatis menciptakan peningkatan taraf kegiatan ekonomi dari masa ke masa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar